[SOCIETY 5.0] APA ITU KONSEP MASYARAKAT 5.0 ? RELEVANKAH DI
INDONESIA ?
By:
Muhamad Ihsanul
Faadil
@ihsanul.fdl
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
“Dengan nama
Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang”
Hallo Friends …. Balik lagi di akun Medium Muhamad Ihsanul Faadil,
gimana tulisan-tulisan gua sebelumnya ? klo ada saran dan kritik tolong sampein
aja yaa, biar kedepannya bisa semakin baik lagi. Aamiin …
Oke, kalo ini gua pengen bahas tentang Era baru, mungkin beberapa
diantara kalian udah ada yang tahu era baru itu apa, dan mungkin ada juga yg
belum tahu kan. Nah, gaada salahnya dooong kalau gua sampein apa itu Era baru
saat ini … Langsung aja luuurr !!!

New Era
Society, society 5.0 | Sumber: Mayumi Fukuyama, Society 5.0: Aiming for a New
Human-Centered Society.
Nah, Era baru tersebut adalah Society
5.0,
Ehh .. Apa sih Society 5.0 atau
Masyarakat 5.0 itu ?
Oke, secara sederhananya adalah konsep Masyarakat 5.0 itu muncul atas
tanggapan adanya kehadiran Revolusi Industri 4.0, dimana keperluan masyarakat
akan lebih mudah terpenuhi dan mempercepat kerja manusia karena dibantu oleh
teknologi yang keren dan sudah saling berintegrasi, GITU MEENN ….
Tapi, biar
lebih lengkapnya gini nih …
Konsep masyarakat 5.0 sebenarnya sudah dirancang dan disusun dalam
Rencana Dasar Sains dan Teknologi ke-5 oleh Dewan Sains, Teknologi dan Inovasi,
dan telah disetujui oleh keputusan Dewan Kabinet pada Januari 2016. Perdana Menteri
Jepang Shinzo Abe menghadiri pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di
Davos, Swiss, 23 Januari 2019.

Sumber:
https://dunia.tempo.co/read/1168406/sebagai-ketua-g20-shinzo-abe-janjikan-ini-di-forum-ekonomi-davos
Namun, baru Pada tanggal 21 Januari 2019, Perdana Menteri Jepang,
Shinzo Abe, secara resmi meluncurkan roadmap yang dikenal dengan super-smart
society atau Society 5.0 yang mengedepankan human-centered
(berpusat pada manusia ) dan technology based (berbasis teknologi). Dan
pada tanggal 23 Januari 2019 lalu, Shinzo Abe mengenalkan konsep tersebut pada
forum World Economic Forum (WEF) yang diselenggarakan di Davos, Swiss.
Ia mengatakan bahwa negaranya sedang menghadapi masalah besar sehingga
dibutuhkan terobosan luar biasa untuk memulihkan perekeonomian, membangkitkan
optimisme rakyat, dan kembali terdepan dalam persaingan global. Oleh sebab itu,
konsep tersebut ia kenalkan kepada dunia sebagai jawaban atas masalah yang
dialami oleh negaranya
Apakah Era Masyarakat 5.0 bisa
dikatakan sebagai Era Disruptif?
Menurut penulis, BISA. Karena era disruptif itu
dimana ada peran-peran baru yang menggantikan peran lama, menciptakan suatu
inovasi atau terobosan baru yang lebih efektif dan efisien. Sudah banyak
kasusnya di era baru ini, satu diantaranya adalah peran baru di bidang
transportasi (di Indonesia ada Gojek, Grab, Anterin, dsb).
Bahkan, profesor dari Harvard Business School, Clayton Christensen,
mengatakan disruption era ini menggantikan ‘pasar lama’ industri, dan
teknologi, yang mengahasilkan suatu kebaruan yang lebih efisien dan menyeluruh
dan bersifat destruktif (merusakan cara lama) dan kreatif. Hal ini berarti, era
disrupsi mampu membawa perubahan dengan cara kerja baru.
Trus, Tujuannya apa sih dengan
adanya konsep Era baru itu ?
Jadi gini Friends, ternyata ada sekelompok peneliti dari Jepang
yang sudah membahas adanya konsep masyarakat 5.0, mereka adalah Hayashi,
Sasajima, Takayanagi, dan Kanamaru. Mereka mengungkapkan adanya konsep era baru
ini pada Annual Conference of the Society of Instrument and Control Engineers
of Japan (SICE) pada tahun 2017. Mereka mengatakan:
“ … [to] create new values by collaborating and cooperating with
several different systems, and plans standardization of data formats, models,
system architecture, etc. and development of necessary human resources. In
addition, it is expected that enhancements of intellectual properties
development, international standardization, IoT system construction
technologies, big data analysis technologies, artificial intelligence
technologies and so on encourage Japan’s competitiveness in super smart
society.”
Ngga usah di-translate yaa :):) Kamu kan Hebat.
Dengan kata lain tujuan adanya pembaharuan era tersebut adalah
untuk menciptakan nilai-nilai baru dengan mengkolaborasikan dan bekerja sama
dengan berbagai macam sistem/Informasi dan Teknologi yang berkembang pesat, dan
juga mampu meningkatkan modal atau kualitas sumber daya manusia yang dibutuhkan
(Human Capital).
Kemudian, adanya masyarakat 5.0 juga dapat menyelesaikan
permasalahan melalui perpaduan inovasi dari berbagai unsur yang terdapat pada
revolusi industri 4.0. Melalui , kecerdasan buatan (Artificial Intelligence),
IoT (The Internet of Things), dan Big Data, akan mentransformasi jutaan
data yang dikumpulkan melalui internet, sehingga lebih mempermudah pekerjaan
manusia.
Kalau kata Shinzo Abe, Prime Minister of Japan, ia mengatakan “The essence of Society 5.0 is that it will become possible to
quickly elicit the most suitable solution that meets the needs of each
individual”. => mempermudah kehidupan
seseorang.
Ehh, tapi aku mau tahu dulu dong,
Gimana perkembangan atau sejarah dari masyarakat 1.0 — masyarkat 5.0 itu ?
Nah, keren tuh
pertanyaannya. Biar kita juga tahu gimana pola era masyarakat sebelum 5.0, yuk
kita lihat beberapa gambar dibawah ini. #tidakdijabarkansecaralengkap #lewatgambarvisualajayak.

Society 1.0 |
Sumber: NewsPicks Brand design

Society 2.0 |
Sumber: NewsPicks Brand design
Society 3.0 |
Sumber: NewsPicks Brand design
Society 4.0 |
Sumber: NewsPicks Brand design

Society 5.0 | Sumber: NewsPicks Brand design
Gimana ? lewat
gambar saja sudah tahu dan paham kan, perkembangan pola masyarakat dari 1.0
sampai 5.0 itu gimana. Biar gakelamaan, lanjut bahas aja yuk !
Trus, Bagaimana dengan Negara
Indonesia ?
Dilansir dari media negara jepang (globaljapan.world, 2019), inti
dari Masyarakat 5.0 adalah memungkinkan manusia untuk lebih cepat memperoleh
solusi yang paling cocok dalam memenuhi kebutuhannya. Hal ini memungkinkan
bahwa manusia dituntut untuk maju dan mengikuti pola perkembangan zaman,
sehingga manusia terus mencari informasi-informasi , serta menciptakan inovasi
baru untuk mendukung kehidupannya.
Masyarakat 5.0, menciptakan inovasi yang akan menghilangkan
kesenjaangan regional, usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan bahasa. Dan
memungkinkan penyediaan layanan yang dirancang untuk beragam kebutuhan
individu. Dengan cara ini, akan mungkin untuk mencapai masyarakat yang dapat
mempromosikan dan menemukan solusi untuk masalah sosial.
Di negara kita, Indonesia, sudah banyak berbagai macam inovasi baru
yang diciptakan untuk membantu memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan
hidupnya.
Contoh Inovasi di Indonesia yang
memiliki dampak bagi kehidupan adalah Start-Up Gojek.

GoFood. sumber: Google Image
Gojek ini
muncul karena inovator memiliki kesadaran untuk mencari solusi bagi masyarakat
yang ingin melakukan suatu hal dengan simple, kita ambil contoh 1 fitur yang
ada di Apk. Gojek, yaitu GOFOOD atau sering kita sebut sebagai mesen makanan
online. Hal tersebut tentu saja memudahkan para konsumen untuk memenuhi
kebutuhan perutnya, karena kita dengan simplenya menggunakan HP dan memesan
secara langsung makanan yang kita inginkan, bahkan kita juga bisa membayar
secara online, dan bisa dianter ke tempat tujuan yang kita inginkan pula. KERAN
GA ?
Nah, itu secuil
inovasi baru yang ada di Indonesia. Pasti bakal ada lebih banyak lagi, dan
pastinya bakal diberbagai macam bidang yang tentunya bermanfaat untuk kehidupan
manusia.
Tahukah kalian kalau Kementerian
Perindustrian (Kemperin) telah merancang Making Indonesia 4.0 ? lalu, apa
relasinya dengan konsep masyarakat 5.0 ?
Kalau belum tahu, baca dulu nih
disini: https://www.kemenperin.go.id/artikel/18967/Making-Indonesia-4.0:-Strategi-RI-Masuki-Revolusi-Industri-Ke-4
Nah, untuk mencapai Making Indonesia 4.0 dibutuhkan peran manusia
yang berkualitas untuk mendukung dan mewujudkan rancangan tersebut. Menurut
Guru Besar Fakultas Teknik UGM, Prof. Dr. Arief Budiman, ia mengatakan dalam Industri
4.0, dikenal adanya cyber–physical system (CPS) yang merupakan integrasi
antara physical system, komputasi dan juga komunikasi. Dan Masyarakat
5.0 merupakan penyempurnaan dari CPS, menjadi cyber–physical–human systems.
Dimana manusia tidak hanya dijadikan obyek (passive element), tetapi
berperan aktif sebagai subyek (active player) yang bekerja bersama physical
system dalam mencapai tujuan (goal).
Jadi, interaksi antara mesin (physical system) dan manusia (human)
masih tetap diperlukan. Kalau manusia tidak kompeten dan tidak dibutuhkan,
bagaimana mesin bisa diciptakan dan dikendalikan ? Nah oleh sebab itu, peran
manusia masih dibutuhkan.
Walaupun
memang, pada dasarnya konsep masyarakat 5.0 ini diciptakan dan diterapkan di
JEPANG, namun mungkin saja INDONESIA sedang mempersiapkan konsep tersebut atau
bahkan sudah mengadopsi dan menerapkan konsep tersebut.
Menurut kamu, SEDANG atau SUDAH ???
Wallahu a’lam bis-sahawab.
Eeiitss sebelum ditutup, Akankah
Indonesia seperti ini ?
1. Fintech

Bidang Fintech.
Bisa transaksi ke luar negeri yang bisa mengurangi waktu dan biaya trasaksi,
tanpa harus ke bank. Dan banyak lagi manfaatnya. Sumber: NewsPicks Brand design
2. Infrastuktur

Bidang Infrastruktur. Dengan memanfaatkan teknologi yang berkembang,
bisa dimanfaatkan untuk memantau pekerjaan dengan mudah. Dan banyak lagi
manfaatnya. Sumber: NewsPicks Brand design
3. Kesehatan

Dapat membantu para pasien untuk mengecek kesehatan mereka dan
berkonsultasi, tanpa harus pergi ke rumah sakit. Dan banyak lagi manfaatnya.
Sumber: NewsPicks Brand design
Dan masih banyak lagi bidang yang dapat dikolabiorasikan dengan
teknologi yang sedang berkembang saat ini, seperti robotic, AI, IoT, Big Data,
ICT, dsb. Semoga Indonesia dapat menjadi negara yang maju dan dapat
menyejahterakan rakyatnya, serta barokah semuanya. Aamiin …
References:
Ferreira, Carlos and Serpa, Sandro.
2018. Society 5.0 and Social Development: Contributions to a Discussion. Management and Organizational Studies Vol. 5,
№4; 2018. Portugal.
Fukuyama, Mayumi. 2018. Society 5.0:
Aiming for a New Human-Centered Society, an article.
Japan: Japan Spotlight.
Hayashi, H., Sasajima, H., Takayanagi, Y., & Kanamaru, H.
(2017). International standardization for smarter society in the field of measurement,
control and automation. Proceedings of the 56th Annual Conference of the
Society of Instrument and Control Engineers of Japan (SICE). Kanazawa, Japan:
Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE). https://doi.org/10.23919/sice.2017.8105723.
Haqqi, H. dan Wijayati, Hasna. 2018. Revolusi Industri 4.0 di
Tengah Society 5.0: Sebuah Integritas Ruang, Terobosan Teknologi, dan
Transformasi Kehidupan di Era Disruptif. Yogyakarta: PT. Anak Hebat indonesia
(Quadrant).
Info Teknik. 2019. Kolom pakar: Industri 4.0 vs Society 5.0,
artikel. Yogyakarta: Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Diakases pada
laman https://ft.ugm.ac.id/kolom-pakar-industri-4-0-vs-society-5-0/
Raditya, Dendy. 2019. Society 5.0: Tentang Tawaran dari Jepang dan
Hal-Hal Yang Harus Kita Perhatikan. Yogyakarta: FISIPOL UGM, Creative Hub.
Diakases pada laman: https://chub.fisipol.ugm.ac.id/2019/02/18/society-5-0-tentang-tawaran-dari-jepang-dan-hal-hal-yang-harus-kita-perhatikan/
The Report Company. How students are being prepared for Society
5.0, an article. Japan: Intelligence on Global Japan. Adopted from page: https://www.globaljapan.world/article/japan-leads-world-in-education-for-society-5-0/
Comments
Post a Comment